dr adi spog

Aug 092019
 
Facebooktwittergoogle_plusmail

Tongseng, Gulai, dan sate kambing adalah beberapa contoh makanan enak sedap yang diolah dari kambing, terutama jika di sekitar hari raya kurban, biasanya menu daging sapi dan kambing jadi mudah dijumpai. Nah, untuk ibu hamil, sebenarnya bagaimana kah jika mengkonsumsi daging kambing?
berikut manfaat yang dirasakan bila ibu hamil makan daging kambing dalam porsi wajar:

#1 manfaat Masakan Daging Kambing untuk Ibu Hamil – Kaya protein
Bercita rasa lezat dan tekstur empuk, daging kambing merupakan sumber protein yang baik. Protein dapat membantu mendukung tumbuh kembang janin optimal.

#2 manfaat Masakan Daging Kambing untuk Ibu Hamil – Sumber zat besi
Daging kambing juga kaya akan zat besi yang baik untuk menjaga kadar hemoglobin dalam darah. Hemoglobin sendiri memiliki peran vital untuk membantu proses pembentukan sel darah merah sehingga terhindar dari anemia.

#3 manfaat Masakan Daging Kambing untuk Ibu Hamil –  Zinc
Zinc yang ada dalam daging kambing membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh janin, juga tentu saja perkembangan janin secara keseluruhan.

#4 manfaat Masakan Daging Kambing untuk Ibu Hamil –  Vitamin melimpah
Daging yang mengandung lemak ini mengandung vitamin melimpah, salah satunya vitamin B12. Jenis vitamin ini menjadi nutrisi esensial dalam menjaga kesehatan sistem saraf, sel darah merah dan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

meskipun memiliki banyak manfaat, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut ya, dalam mengolah daging kambing:

#1 cara mengolah Masakan Daging Kambing untuk Ibu Hamil – Atur porsinya
kandungan lemak jenuh dalam daging ini rentan meningkatkan kadar kolesterol, memicu peradangan dan membuat ritme jantung meningkat. Untuk itu, disarankan ibu hamil makan daging kambing secukupnya saja ya, Bun. Jangan berlebihan agar kehamilan berjalan dengan nyaman.

#2 cara mengolah Masakan Daging Kambing untuk Ibu Hamil –  Perhatikan cara mengolah yang tepat
Hal lain tak kalah penting yaitu pengolahan daging kambing yang tepat sehingga aman untuk janin. Bunda sebaiknya memerhatikan dengan cermat tingkat kematangan daging, pastikan daging telah dioleh sedemikian rupa hingga benar-benar matang, keseluruhan, bila diolah dalam bentuk sate, harus dipastikan matang hingga bagian dalam dagingnya.. , karena Konsumsi daging atau masakan mentah dapat membahayakan janin, salah satunya masih terkandung bakteri yang dapat mengganggu pertumbuhan janin.

#ibuhamil#kehamilan#hamil

Semoga Bermanfaat ya mom..
dari berbagai sumber

 

Facebooktwittergoogle_plusmail
Aug 082019
 
Facebooktwittergoogle_plusmail

VBAC (Vaginal Birth After Caesarean) adalah persalinan normal yang dilakukan ibu hamil , yang pernah melahirkan dengan operasi sesar sebelumnya .

VBAC yang dengan persiapan baik, memiliki angka keberhasilan sekitar 60-80%. Sebelum memutuskan untuk mencoba VBAC maka bumil dan suami mesti mengetahui keuntungan dan kerugian VBAC.

karena risiko VBAC yang perlu diwaspadai adalah robekan rahim. Bekas luka operasi sesar sebelumnya , yang terdapat di dalam rahim, bisa saja robek, bisa saat proses persalinan atau mengejan. meski Kemungkinan kejadian ini memang kecil (berkisar 1%), namun bila terjadi maka akibatnya bahaya. bisa terjadi perdarahan yang merugikan ibu, maupun janin. Ini yang sering menjadi pertimbangan utama dokter.

secara umum, Tidak semua bumil dengan riwayat persalinan sesar boleh mencoba persalinan normal. artinya Hanya ibu hamil yang memenuhi syarat saja yang boleh mencoba VBAC , yaitu:
1. Panggul ibu luas (persalinan sesar sebelumnya tidak disebabkan panggul yang sempit).

2. Tidak pernah operasi rahim yang lain sebelumnya, seperti pengangkatan myoma. Jika pernah punya riwayat seperti ini maka tidak diperbolehkan VBAC karena risiko robek meningkat.

3. Jenis irisan pada operasi sesar sebelumnya harus irisan rendah. VBAC tidak boleh dilakukan jika sebelumnya dokter melakukan operasi sesar irisan tinggi, karena itu penting mengetahui data persalinan sebelumnya.

4. Dikerjakan di rumah sakit yang bisa melakukan operasi sesar segera jika ada kendala.

selain syarat diatas, VBAC juga dihindari pada ibu hamil dengan resiko dibawah ini:

1. Ibu obesitas berat (kegemukan)

2. taksiran Bayi besar (lebih dari 4 kg)

3. Letak bayi sungsang

4. Jarak kelahiran sebelumnya kurang dari 2 tahun

Bila ibu hamil memenuhi syarat diatas, dan faktor resiko tidak ada, ibu hamil dan suami , boleh menyampaikan pada dokter kandungan, misalkan mau mencoba persalinan normal. dan memang keputusan untuk mencoba VBAC atau operasi sesar , sebaiknya keputusan bersama pasangan suami istri, setelah mengerti secara jelas mengenai keuntungan, kerugian, serta pilihan mana yang terbaik bagi ibu, karena memang tiap ibu hamil memiliki kondisi yang berbeda-beda

 

Facebooktwittergoogle_plusmail